Sistem Perencanaan Mutakhir untuk Proses Bisnis yang Efektif dan Efisien

20 Sep by Admin

Sistem Perencanaan Mutakhir untuk Proses Bisnis yang Efektif dan Efisien

Suasana kompetitif dalam dunia bisnis kian terasa sengit di era digital. Demi memenangkan hati pelanggan, banyak perusahaan mengembangkan sistem manajemen mutakhir untuk meningkatkan daya saing serta kualitas layanan dan produk yang dihasilkan. Penerapan sistem ini juga dimaksudkan untuk mengoptimalkan kelancaran proses bisnis di berbagai aspek.

Berbicara tentang sistem manajemen modern, Enterprise Resource Planning (ERP) kini menjadi salah satu istilah yang populer di kalangan perusahaan dan organisasi. Sejumlah pihak mengartikan ERP sebagai sistem yang menggabungkan atau menghubungkan beragam proses bisnis dan informasi dalam sebuah organisasi. Kehadirannya ditujukan untuk membantu proses analisis dan pengambilan keputusan untuk mempercepat proses bisnis.

ERP juga dapat digambarkan sebagai accounting yang diproses dari hulu. Secara umum, akuntansi identik dengan kegiatan pencatatan bagian ujung usai proses penagihan atau pembayaran terlaksana. Akan tetapi, transaksi di depan biasanya tak terekam dalam sistem tradisional

Sementara itu, ERP mampu melengkapi segala hal-hal yang tidak terekapitulasi oleh accounting. Sistem ini mampu merekam banyak hal, mulai dari pihak peminta uang muka, rincian penggunaan uang, hingga laporan yang sudah terselesaikan. ERP mampu memudahkan pebinis untuk melihat perkembangan secara lebih jelas. Mudahnya, accounting dapat digolongkan sebagai kegiatan mencatat keuangan dari “simpul”, sedangkan ERP mencatat segala hal dari hulu ke hilir.

Mengikuti perkembangan teknologi, ERP terus mengalami perubahan dan menjadi lebih kompleks. Sistem ini sekarang bahkan mampu memonitori proses sebelum hulu seperti proses negosiasi, pembentukan kesepakatan dan lain-lain. Contoh implementasi dari penerapan ERP mutakhir adalah sales activity record.

Inspirasi Lahirnya ERP

Asal-usul ERP terinspirasi dari komputerisasi yang melibatkan proses perekaman data, pengolahan data dan pembuatan laporan. Ia menilai accounting sebagai implementasi awal dari komputerisasi karena menerapkan pola kerja serupa. Proses ini dahulu diterapkan untuk beragam jenis layanan dalam sebuah rangkaian pekerjaan.  Jadi, masing-masing layanan memiliki laporan tersendiri.

Seiring dengan perkembangan teknologi, komputerisasi terus mengalami kemajuan sehingga diharapkan mampu merekapitulasi data lebih baik. Potensi besar dari komputerisasi tersebut cocok diterapkan dalam proses layanan bisnis yang kolaboratif. Akan tetapi, proses pengaplikasian ini menghadapi kendala berupa jaringan komputer.

Di dalam bidang hardware, terdapat kebutuhan untuk menghubungkan antarkomputer seperti proses copy data. Kebutuhan serupa juga muncul dalam dunia bisnis agar segala jenis pekerjaan dapat terekam baik. Ketika kolaborasi secara fisik dan data terjadi, di situlah ERP muncul.

ERP menghadirkan kolaborasi dari segi teknologi, di mana “buku laporan” dari tiap-tiap layanan bisnis tergabung menjadi satu. Seluruh laporan diletakkan dalam sebuah server. Jadi, semua orang dapat memperbarui, melihat dan merekapitulasi data-data terkait bisnis dari tempat yang sama. Sistem ERP mampu memindahkan proses kolaborasi tradisional menjadi elektronik.

Peran ERP terhadap Kemajuan Perusahaan di Era Teknologi

Setiap perusahaan sangat memerlukan ERP untuk menyelesaikan berbagai tantangan dalam dunia bisnis. Sebagai contoh, ERP mampu mencegah terjadinya proses penyalinan informasi yang salah dari pihak yang bersangkutan. Penerapan ERP akan membantu perusahaan dalam menciptakan sinkronisasi antarproses secara real time.

ERP memiliki cakupan yang begitu luas, baik terkait proses bisnis penjualan, proses pengiriman barang, proses perizinan, proses pekerjaan di lapangan, proses penagihan dan lain-lain. Keberadaan ERP dalam sebuah perusahaan juga dapat meminimalisir kesalahan proses layanan bisnis. Dengan begitu, setiap layanan dapat bekerja secara optimal dan berkolaborasi dengan layanan lainnya secara lebih mudah. Hasil rekapitulasi data yang didapat pun menjadi lebih akurat.

Baca Juga:  Mengenal Jenis Truk yang Dipakai dalam Dunia Logistik

Lebih jauh lagi, sistem ERP bahkan dapat dipakai untuk memantau kualitas internal perusahaan. Sistem ini bisa digunakan untuk merekapitulasi data terkait kinerja pegawai dari berbagai aspek, misalnya seperti presensi dan pencapaian target kerja. Perusahaan pun dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dari situasi yang dihadapi.

Komponen yang menunjang keberhasilan ERP di dalam perusahaan

Kunci pertama yang dibutuhkan untuk menyukseskan ERP adalah cara berpikir yang realistis. Semua pihak perlu mengetahui kondisi di lapangan serta cara beradaptasi dengan hal tersebut. Pemahaman terhadap proses bisnis akan membantu perusahaan dalam menjalankan ERP yang sesuai.

Selain cara berpikir secara realistis, seluruh pelaku bisnis juga perlu menguasai teknologi yang mendukung ERP. Penyatuan antara proses berpikir rasional dan penguasaan teknologi sangat menunjang kesuksesan ERP secara keseluruhan. Selain itu, proses penggabungan sendi-sendi layanan bisnis ini juga membutuhkan kreativitas.

ERP sendiri membutuhkan banyak kehadiran aspek seperti pemahaman proses bisnis, kemampuan transliterasi aspek bisnis ke dalam bidang software, pemahaman terhadap tujuan bisnis, lalu keberadaan teknologi yang dibutuhkan serta kesiapan melakukan time tuning.

Tantangan yang dihadapi ERP

ERP sebagai hal yang dibangun secara terus-menerus, bukan diimplementasikan dalam satu waktu saja. Jadi, sistem ini menghadapi tantangan yang berkaitan dengan proses adaptasi. Pembuatan ERP hendaknya dibuat sesuai dengan kultur dari sebuah perusahaan. Jika tidak demikian, budaya perusahaanlah yang perlu mengikuti sistem ERP.

Sifat tak terlihat ERP terkadang membuat sistem ini sulit diadaptasikan ke dalam urusan bisnis. Padahal, kehadirannya sangat diperlukan untuk merekam data dan menyatukan berbagai layanan bisnis secara utuh dari hulu ke hilir. Proses yang terekam dalam ERP nantinya dapat dirangkum untuk menjadi referensi bagi kegiatan hulu baru.

Rangkuman data ERP tersebut akan membantu perusahaan dalam mengambil keputusan saat berhadapan dengan pelanggan. Perusahaan pun dapat memberikan solusi terbaik berdasarkan analisis data yang direkam ERP. Rangkuman data ERP juga mampu menjadi acuan bagi perusahaan dalam meningkatkan pelayanan karena dapat memonitor banyak aspek secara bersamaan.

Pada akhirnya, segala macam kolaborasi membutuhkan campur tangan teknologi. Setiap bidang saat ini perlu ditunjang sistem informasi yang tepat. ERP merupakan bahasa awal dari sistem kolaborasi informasi. Inti dari pola kerja sistem informasi adalah mengetahui dan memutuskan sesuatu secara lebih tajam. Oleh sebab itu, tantangan terbesar pengembang ERP adalah mencari model formulasi yang kira-kira bisa diterapkan dengan proses tertentu sehingga hasilnya bisa menjadi gambaran untuk pengambil keputusan.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *