Ekspor Buah Tropis ke UAE Meningkat, Produk Apa yang Paling Diminati?

24 Sep by Admin

Ekspor Buah Tropis ke UAE Meningkat, Produk Apa yang Paling Diminati?

Pandemi Covid-19 turut mempengaruhi kondisi perdagangan Indonesia. Dampaknya terlihat pada penurunan jumlah produk lokal yang diekspor ke sejumlah negara. Meski demikian, ada juga sejumlah produk ekspor yang mengalami peningkatan di masa pandemi. Salah satu contohnya adalah buah tropis.

Pertumbuhan sejumlah produk ekspor ungulan Indonesia di tengah pandemi dikonfirmasi oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Dilansir dari neraca.co.id, produk-produk tersebut adalah minyak olahan dari hewan atau tumbuhan dengan kenaikan 91,05 persen, logam mulia dengan kenaikan 87,02 persen, bahan anyaman tumbuhan dengan kenaikan 62,69 persen, produk buah olahan dengan kenaikan 54,28 persen, alat kesehatan dengan kenaikan 48,25 persen, produk logam dengan kenaikan 30,71 persen, produk farmasi dengan kenaikan 17,06 persen dan makanan olahan dengan kenaikan 7,99 persen.

Buah sebagai salah satu produk ekspor unggulan Indonesia masih diminati konsumen di pasar global. Contoh negara tujuan eskpor buah Indonesia yang dianggap potensial saat ini adalah kawasan Uni Emirat Arab (UEA).  Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Retno Sri Hartati, kawasan tersebut sudah rutin mengimpor beberapa komoditas buah tropis Indonesia. Sebagian besar produk pertanian UEA saat ini kabarnya berasal dari buah-buahan.

Ekpor Komoditas Hortikultura Indonesia yang Diminati UEA

Bersumber dari republika.co.id, Retno memaparkan komoditas nanas sebagai produk buah Indonesia yang paling banyak dikirim ke UEA. Total jumlah buah nanas yang diekspor ke negara ini di tahun 2019 adalah 12,5 ribu ton dengan nilai 7,8 juta dolar AS. Tepat di bawah nanas, ada  pisang dengan jumlah pengiriman ke UEA sebanyak 1.281 ton senilai 755 ribu dolar AS.

Sementara itu, manggis berada di urutan ketiga sebagai produk buah ekspor yang paling banyak dikirim ke UEA. Total jumlah manggis Indonesia yang diekspor ke UEA di tahun 2019 adalah 562 ton dengan nilai 561 ribu dolar AS. Selanjutnya, ada mangga dengan jumlah 177 ton senilai 274 ribu dolar AS. Urutan kelima ditempati rambutan dengan jumlah sebanyak 155 ton serta nilai 134 ribu dolar AS.

Baca Juga:  Kolaborasi Meraseti Bersama Grab untuk Bantu Sopir Terdampak Covid-19

Menurut pengamatan Retno, komoditas ekspor hortikultura Indonesia ke UAE paling banyak berasal dari produk buah. Negara tersebut kabarnya telah menjadi konsumen produk buah segar maupun olahan asal Indonesia. Retno mengatakan situasi ini mirip dengan kondisi perdagangan UAE beberapa tahun silam.

“Pada 2018, impor produk hortikultura UAE juga didominasi oleh buah sebesar 67 persen,” kata Retno dalam webinar yang diadakan Kementerian Luar Negeri pada hari Selasa (22/9/2020), dikutip dari republika.co.id.

Retno juga menjelaskan bahwa pangsa pasar UAE tidak didominasi produk buah-buahan Indonesia. Negara yang menjadi eksportir buah terbesar ke UAE saat ini adalah Amerika Serikat. Posisi kedua diduduki India, kemudian Afrika Selatan, Iran dan Filipina. Indonesia sendiri menempati posisi ke-19 dalam daftar negara eksportir buah terbesar ke UAE. Menurut Retno, Indonesia hanya menguasai sekitar 1,4 persen dari total pasar buah impor di kawasan ini.

Negara pengimpor buah Indonesia paling potensial di kawasan UEA

Ridwan Hassan selaku Konsulat Jenderal RI Dubai menyebut Dubai sebagai negara di UAE  yang memiliki peranan penting dalam perdagangan ekspor buah. Hal tersebut mengacu pada kondisi terkini pasar global di mana negara ini menjadi tujuan akhir ekspor produk serta hub untuk re-ekspor. Dubai juga dianggap potensial karena sebagian wilayahnya didominasi padang pasir. Kondisi tersebut membuat negara ini kerap mengimpor buah-buahan dari negara lain.

Selain itu, peluang produk buah Indonesia untuk diterima masyarakat UEA juga dinilai cukup besar oleh Ridwan. Ia melihat jenis buah dan sayuran yang disukai negara-negara di sana tak jauh berbeda dengan warga Indonesia. Hal tersebut memperbesar peluang produk Indonesia untuk berjaya di pasar UEA.

Berbicara tentang ekspor buah, Meraseti Group memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang agrobisnis bernama Meraseti Agro Manunggal (MAM). MAM bermitra dengan berbagai jaringan petani buah lokal terbaik di nusantara. Produk yang dihasilkan MAM di antaranya adalah manggis, salak, mangga, rambutan dan aneka buah tropis lainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *